Dulu Dijuluki Ratu Sinetron, Kini Kondisi Tia Ivanka Berbeda Sampai Rasakan Ketakutan Tinggal berdua di Bali


Tia Ivanka artis populer pada era 90an memilih untuk berhenti sementara dari dunia hiburan yang telah melambungkan namanya sebagai ratu sinetron.

Pasca resmi bercerai dari suami bule mualaf bernama George Manuel Sotello tahun 2011 silam, Tia Ivanka pilih menjauh dari hiruk pikuk Jakarta.

Tia Ivanka pilih tinggal di daerah pedesaan Bali yang masih asri dan tenang bersama anak tercinta Micah Jayden Sotello.

Kepindahan artis yang pernah membintangi sinetron Tuyul dan Mbak Yul ini bukan tanpa alasan. 

Tidak sekedar ingin mencari ketenangan semata, tetapi lebih pada dedikasi sepenuhnya sebagai ibu untuk putra tercinta.

Karena Micah didiagnosa berkebutuhan khusus dan itu ketahuan saat usia 3,5 tahun. 

Kondisi tersebut membuat Tia putuskan rehat dari dunia hiburan, lalu bersekolah di Amerika ambil jurusan brain development.

Supaya ia bisa memberikan treatment secara mandiri pada Micah hingga mampu mengenyam pendidikan di sekolah umum.

Namun, di balik keputusannya hijrah ke pulau dewata. Ternyata ia pernah merasa ketakutan yang teramat sangat.

Seperti apakah bentuk ketakutan itu dan apa penyebabnya? Simak uraian singkat berikut ini.

Tia memutuskan menjadi full time mom

Ketika dia mengambil langkah untuk menetap di Bali, Tia tidak bekerja pada suatu tempat atau berbisnis.

Awal singgah di sana ia lebih nyaman sebagai full time mom, hari-harinya dihabiskan mengurus anak.

"Aku masih full time mom," ungkap Tia, dikutip Hops.ID dari YouTube Net Family pada Selasa, 10 Januari 2023.

"Jadi aku kerjaannya di Bali pagi nganter sekolah, habis gitu balik, nge-gym, masak, antar sekolah, les gitu seterusnya," tuturnya.

"Jadi benar-benar dedikasi ke anak," imbuhnya.

Sebab Tia Ketakutan Saat Awal Tinggal di Bali
Berada jauh dari keluarga serta sanak saudara seperti yang dialami Tia, umumnya merasakan hal berbeda. 

Dan itu sempat dialami oleh artis yang kini telah berusia kepala 4 ini. Namun, rasa tersebut terjadi bukan di awal-awal pindah.

Melainkan setelah 6 bulan berada di pulau dengan berbagai keindahan alam dan budayanya itu.

"Awal pindah itu nggak berat. Bali nyaman, enak, aku suka. Banyak teman, anak sekolah," ucap Tia.

"Tapi setelah 6 bulan keatas baru ngerasain beratnya," ujarnya.

"Aku kan biasanya punya banyak keluarga di Jakarta," imbuhnya.

"Disana nggak ada keluarga sama sekali, berdua. Terus aku tinggal berdua aja ngurus semua," tukas Tia.

Dari situlah lalu muncul berbagai macam pikiran aneh hingga buat ia ketakutan jika apa yang dipikirkan nantinya kejadian.

"Jadi pas 6 bulan itu aku ada ketakutan-ketakutan, 'Entar kalau anak sakit gimana ya, kalau gue ada apa-apa malam gimana ya, anak gue sama siapa ya'. Parno-parno itu datang," tuturnya.

"Jadi baru adaptasi lagi, akhirnya on and off. Tapi harus dijalani, mau nggak mau aku harus bangun nganterin dia sekolah," kata Tia.

"Ya udah jalanin aja, gini hari siapa sih yang bisa planning jauh ke depan," sambungnya.

Setelah merasa lepas, pasrah, ikhlas. Akhirnya Tia tanpa beban menjalani hari demi hari bahagia hanya bersama Micah.

"Hadapi aja hari per hari, udah gitu aja sih. Kalau mikirin ke depan takut sih," pungkasnya.

Sumber : Hops.ID

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Setrika yang Lengket, Begini Caranya,,,,

Waspada Telur Infertil Dijual di Pasaran, Ini Ciri-ciri Telur yang Bahaya Dikonsumsi

Ibu-ibu Wajib Tahu,Begini Tips Agar Cabai Bisa Tahan Sampai 6 Bulan, Tanpa Rusak Tanpa Busuk!